Ini membuat Ayu kesetanan, dia bergerak naik-turun makin cepat. Bokeb gitu ya? Dia menggosok kepala penisku dengan jari-jarinya yang masih berbalur body lotion. Kemudian aku kembali ke tempat parkir mengambil mobilku. Dia meninggalkanku sebentar dan kembali dengan sebotol Fanta Hijau dingin ditangan kanannya, sementara tangan kirinya membawa handuk dan body lotion.Ini minumnya mas, katanya menyodorkan soft drink tersebut padaku. Lagipula kalau sekedar dikocok, saya bisa sendiri dia terkikik mendengar candaku.Ayu melepaskan pakaian seragamnya, tinggal BH dan CD yang terlalu kecil untuk menutupi buah dadanya yang besar dan gundukan vaginanya yang tebal seperti duren Bangkok itu. Ah, enggak juga. Begitupun dia mendesah ketika penisku masuk semakin dalam ke vaginanya, Uh ah ya mas enaknya.Aku menaik-turunkan pinggulku, dan dia menggoyang pinggulnya turun-naik juga.




















