Meskipun baru beberapa saat kenal, tapi sikapnya sudah begitu manja. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Reni saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Bokepindo Tapi tidak sedikit yang sengaja mencari laki-laki hidung belang. Perlahan tapi pasti, Reni mulai mengimbangi gerakan tubuhku. Sungguh aku tidak menyangka sama sekali ternyata Reni tidak menolak ketika aku mampir dihalaman depan sebuah losmen. Tapi hampir saja biduk rumah tanggaku dihantam badai. Hampir tengah malam aku baru pulang. Dan itu semua karena makan buah terlarang.Kehidupan rumah tanggaku sebetulnya sangat bahagia. “Kenapa?” tanyaku sambil menciumi bagian belakang telinganya.




















