Memasuki ruang makan dengan setelan santai jeans dan kaos kerah, kudapati santi berdiri menghadap bar sambil memegang telephone dekat kasir. Di tunggu di ruang makan jam 8.30 pak.– Oh okay, thank you.Kuteruskan mandiku sebentar, sambil mengingat Shanty, kawan lama yang dulu pernah kubuat kecewa. Vidio XNXX di otot, atau kulitnya ?– Di dalam sih mas, yang luar sudah mendingan. – tolaknya.– Bagaimana kalo makan malam ?– Okay, kutunggu telponmu ya ? MM!! – Mulai pulih kesadaranku setelah kusadari kesalahanku.– Eh, mas sudah punya pacar ? Tersenyum menghadap cermin kepadaku ia membalikkan badan melambai dan mengisyaratkanku tuk mencari meja.Sambil memantau sekeliling dan memperhatikan alat2 musik di atas panggung, aku mencari meja paling jauh, dekat dinding.




















