“Kamu sendiri gimana? Tangannya terus mengocok batanganku dengan sangat cepat, dan, crot! Film Porno Crot! Ooii.. Aku udah dapat tubuhmu” kataku agak sinis karena yakin dia sudah telanjur keenakan.Dia memandangku dengan tatapan tajam. Udah, pake tu baju!”
“Nggak ah, aku pengen anu lagi, kamu aja bisa dua kali”Aku tertawa terbahak-bahak. Kalo mau bikin aku enak juga, nanti bakalan datang waktunya, nggak perlu pake tanganmu”
“Apa maksudmu?” dia bertanya dengan nada merinding.Aku tidak mempedulikan lagi kata-katanya, aku terus mengelus-elus lubang pantatnya sambil sesekali memasukkan jariku. Aku tahu harus memberinya kesan yang mendalam agar dia tak lagi membenciku, bahkan jadi menerimaku.“Oh, chayank, nggak tahan lagi ya? Pertama kelingking, lalu telunjuk, ibu jari, dan akhirnya dua jari sekaligus.“Kamu gila ya?




















