Hari ketiga di rumah sakit Sherin sengaja datang membesuknya. Bokep Hot Sherin tidak punya pilihan lain selain mengiyakannya. Benar saja, tak lama kemudian dia merasakan adanya siraman hangat di dalam vaginanya. “Ya udah ga apa-apa deh…dasar lonte…awas ya nanti !” dia lalu membalikkan badan dan keluar dari kamar. “Wes…wes…jangan marah-marah melulu dong Non, Bapak bukan mau ganggu Non, itu ada orang dari pabrik dateng katanya mau ambil barang titipan tuan !” kata Pak Udin kalem. “Sshhh !” desis Sherin merasakan payudaranya dikenyoti.Terasa sekali lidah bagian atas pria itu menggesek-gesek putingnya seperti mengamplas sehingga benda itu makin menegang tanpa bisa tertahan. Setelah melepas kunciannya tangannya langsung menarik lepas kaos fitness yang tersingkap itu sehingga membuat gadis itu topless. Kedua kata umpatan terakhir itu memang diucapkan Pak Udin dengan suara kecil, namun Sherin dapat mendengarnya

