Karena aku juga tidak punya kesibukan lainnya, maka aku langsung setuju. Bokep Sub Indo Bagas mengantar teman-temannya terlebih dahulu sebelum dia mengantarku sampai depan pintu kamar. Aku menekan kakiku di punggungnya, menarik rambutnya dan mengerang. Dia berjanji akan menelponku nanti malam setelah pameran tutup.Setelah pameran hari pertama berakhir, kami berjanji untuk makan bersama di salah satu restoran di kota. Dan mereka pun hanya bisa menebak-nebak sambil berbisik.Aku hanya tersenyum, sampai di depan pintu masuk salah satu dari mereka membiarkan aku masuk terlebih dahulu dan secara spontan aku mengucapkan terima kasih dalam bahasa Indonesia.Lama dia terdiam, sampai dia akhirnya mengejarku sambil meminta maaf, dan bermaksud meminta nomor teleponku. Bagas mengantarku ke kamarku, di depan pintu dia hanya menatapku tanpa bicara apa pun.




















