Aku duduk bersebelahan dengan buYayuk di kursi depan angkot samping supir. Mau tahu kelanjutan ceritanya? Bokeb Untuk tambah menarik simpati bu Yayuk aku pun mengarang cerita lagi, aku pura-pura menangis sedih karena frustasi ayahku mau menikah lagi dan aku tidak menyetujuinya. OOh para pembaca, wajahnya aku ciumi dengan leluasa, nafasnya aku hirup, dan pahanya yang mulu dan lembut aku gesek-gesek dengan batang kontolku, gesek terus.. Bu Yayuk pun memperbolehkannya, “Boleh saja kalau mau ambil di rumahku”. Di sisi positifnya aku jadi rajin membaca hal-hal soal moral dan pancasila. dan lagi aku bisa menghirup aroma lehernya.Lalu aku memberanikan diri untuk mencium lembut pipi bu Yayuk. Tapi dia diam saja.




















