Fajar: *senyum-senyum* iya pak.. Bokep Colmek Aku: Nggak apa-apa ya mas Fajar, kasihan kan kalau tegang nggak dikeluarin
Fajar: *masih terbengong-bengong*, eh.. Fajar: *masih terbengong-bengong*, iya…
Aku: Pulangnya ke mana mas? Sampai besok paginya toketku masih perih karena digigit-gigit Fajar…,,,,,,,,,,,,,,,,,,,, Akhirnya kami memutuskan untuk berputar agak jauh ke arah TVRI, dan di depan, sebelum hotel Mulia kami menemukan ada joki dengan bercelana batik dan memakai kaus, dan kami menjatuhkan pilihan kepadanya. Aku: Iya mas, *lalu aku menciumi pipi mas Edi dan menjilatinya, dan aku yakin Fajar memandang dengan terkesima. Aku yang keasikan dan meminta ijin ke mas Edi untuk pindah ke belakang. *sambil aku meraba lengannya*
Fajar: he he he, *senyum-senyum*Saat itu kita sudah masuk di tengah-tengah jalan Sudirman yang mulai memadat.Mas Edi: Jar, sorry nih, lu bisa pindah ke belakang sebentar gak?




















