Begitu padat, begitu bulat.Mbak Suti langsung pamit tidur. Bokep Cina Bangun terduduk.“Ibu telan?….Apa ibu tidak jijik?”Tanyaku bodoh.Ibu Miranti menggeleng, justru mukanya cerah, kepuasan terpancar diwajahnya. Pak Bagong, Bu Miranti, Yon, Mbak Suti dan aku akhirnya pamit pulang duluan pada pak Falcon.Sampai dirumah, Pak Bagong dan Ibu Miranti menelepon balik ke kota P melakukakn konfirmasi berita. Semua yang dilakukannya adalah keindahan seorang perempuan, seorang ibu.Setelah selesai, sejenak bu Miranti hanya berdiri, melihat jam didinding lalu menatapku dengan mata yang kosong. Jika aku beronani tidak cukup kalau cuma nge cret sekali saja.Gejala apa ini, apakah wajar aku terobsesi sosok perempuan yang tidak hanya sekedar cantik, tapi berintelegensi bagus, penuh kasih dan mature. Ketika ingin kucabut Bu Miranti melarangnya.“Jangan sayang, jangan dicabut dulu, biarkan ibu memiliki dan menikmatinya, peluk…peluk…tetap tindihlah ibu sayang.




















