Ketika matahari bersinar, aku menggosong. Bokep Mom Polos sekali. Meskipun hujan membuatku gigil, atau panas yang datang tak tanggung-tanggung. Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Aku mematung di tempatku berdiri. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Adakah yang lebih tabah dari aku? Aku selalu senang memperhatikan mesin-mesin yang berjalan angkuh itu. Semoga berkah,” ucap anak laki-laki itu sambil menunduk-nundukkan badannya. “Kamu tidak perlu melakukan itu.”
“Aku tidak ingin kamu sakit.”
“Aku sudah pakai jas hujan.”
“Itu tidak cukup.”
Lalu, sebuah mobil di seberang jalan membukakan pintu.




















