Pelan-pelan dong..!” katanya sambil mendesis kesakitan tapi nikmat.Aku melepaskan tanganku dan jariku masuk ke liang vaginanya. ” Iya beneran ….ih mas genit ah…” sambil mencubit pinggangku dia mengerling kearahku. Bokeb Shintia kegelian dan tertawa kecil.Melihat kedua payudaranya yang indah dan mulus itu, hatiku tidak sabar dan ingin segera merasakan kenikmatan kedua benda tersebut. Di otakku cuma ada satu pikiran gimana caranya meniduri Shintia.Secara spontan aku merangkul dan mencium kening Shintia. Sementara gerakan sanggamaku semakin cepat, sehingga Shintia akhirnya terkulai lemas kehabisan tenaga menahan Nikmat yang dirasakannya.Setelah beberapa saat aku merasakan buah zakarku geli luar biasa dan penisku berdenyut-denyut. Untunglah dia tidak memiliki kuku yang panjang..! Shintia kemudian berhenti melawan. Pelan pelan aku tarik penisku dari vaginanya, terasa hangat dan mencengkram erat penisku….Nyaman dan hangat sekali vaginanya..!




















