Meskipun malam itu Lidya mengenakan rok yg panjang, namun belahannya hampir sampai ke pinggul. Lidya kembali mencium dan melumat bibirku. Bokep Mom Debaran di dalam dadaku semakin keras dan menggemuruh saat Lidya memeluk dan menciumi wajah serta leherku. Jari-jari tangannya menjalar menjelajahi sekujur badanku. Namun aku masih tetap diam, tak tahu apa yg harus kulakukan. Namun sama Sekali aku tak bisa apa-apa. Dan juga anak terakhir. Sedangkan aku tetap diam, tak memberikan reaksi apa-apa. Kembali Lidya mencium bibirku. Anehnya, hampir semua kawan mengatakan kalo aku sudah pacaran dgn Lidya, Padahal aku merasa tak pernah pacaran dgnnya. Sedangkan aku sama sekali tak mengerti. Lidya kembali mencium dan melumat bibirku. “Jangan lupa jam tujuh malam, ya..” kata Tante Amanda mengingatkan. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. Namun aku tak tahu apa arti semuanya




















