Kenapa ya… mungkin itu memang takdir kamu” jawabnya santai lalu pergi dari ruangan ini.Aku kembali menangis tersedu-sedu. Bokep Twitter Tapi aku kemudian terkejut saat pak Jun meraih tanganku dan menjilati darah yang mengalir dari telapak tanganku. Kamu pengen tahu apa yang kamu makan?” tanyanya begitu aku menghabiskan makanku. Sumpah aku takut! “Sayangnya itu bukan pilihan, kamu tetap akan berakhir jadi makanan… hahaha… tapi kamu bisa memilih untuk pasrah rela dibunuh atau dengan paksaan… hahaha” ucapnya sambil melepaskan lakban di mulutku.Dia kemudian ingin beranjak pergi.“Kenapa??” tanyaku lirih.“Hmm??”“Kenapa aku?” tanyaku lagi. Aku tidak ingin dia mendekatiku!“Tenang… saya hanya membawakan makanan untuk kamu…” ujarnya. Mereka bahkan seperti ingin beneran memakanku dengan menggigit-gigit kecil tubuhku. Ada perasaan takut yang membuat dadaku terus berdebar kencang. Aku horni gak karuan, cairan vaginaku tak henti-hentinya menetes karena obrolan tak wajar




















