piirr.. Bokep Barat teee..ruuuuusss..maaas”, sambil kepalaku ditekannya dalam dalam kearah memeknya. Akhirnya kami tertawa berbarengan dan tiba2 saja ada ketukan di pintu kamar, “Buuuu… sudah siang!”. Tetapi ketika kepalaku di elus-elusnya dan mama mengatakan minta maaf karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya dan sekaligus juga mengatakan kalau mama tetap sayang denganku, perasaan marahku pun jadi luluh.“Masak sih Mas (namaku sebenarnya Pur tetapi mama selalu memangggilku Mas sejak aku masih kecil), kamu enggak percaya sama mama? “Habis sih… Mama sudah lama enggak kesini… cuman ngurusin kerjaan melulu.”“Ya sudah, sekarang deh mama cabutin ubanmu sampai habis.”
Kami lalu diam tanpa berkata kata.




















