pintaku padanya, sambil mulai ku usapusap memeknya yang masih bersih tanpa bulu itu. Iya..Len.. Bokeb Ya udah cepetan ah..yang enggakenggak aja sih.. Sementara tangan Marlena terus menggenggam batang kontolku yang menempel di pantatnya, sesekali dia mengocoknya pelanpelan. Nih lihatcepetan mumpung nggak ada orang..! ungkap Marlena penasaran. jelasku padanya.Dipegangnya air mani yang berceceran di pahanya, lalu dia cium baunya, sambil tersenyum. pintaku padanya agar merapatkan kedua pahanya. iya kak, sambil melepas sepatunya. Apaan sih ininamanya..? Nggak apaapa nanti juga kamu tahu.. ungkapku, sambil beranjak mengunci pintu gerbang depan. jawab Marlena polos.Aku kembali berdiri dan memeluk Marlena dari belakang, sementara celanaku sudah jatuh melorot ke lantai, sekalian saja kulepas.




















