Jangan ada setetes pun yg tersisa! Bu Tiara terkejut sejenak, lalu ia tertawa manja sambil mengusap-usap rambutku. Bokep Telapak kaki kirinya menginjak bahuku.Pinggulnya terangkat serta terhempas di kursi berulang kali. Aroma yg sedikit seperti daun pandan tetapi mampu membius saraf-saraf di rongga kepala. Setelah menghempaskan pinggulnya di atas kursi kursi kerjanya yg besar serta empuk itu, Bu Tiara tersenyum.Matanya berbinar-binar seolah menaburkan sejuta pesona birahi. Terawat.Ketika aku terlena menatap kakinya, tiba-tiba aku dikejutkan oleh pertanyaan Bu Tiara..“Thomas, aku merasa bahwa kamu sering melirik ke arah betisku. Thomas! Tak ada komentar penolakan. Beberapa detik kemudian, lendir mulai terasa di ujung lidahku.




















