sama nyalain rokok”
ku ambil celana basket ku, dan ku nyalakan rokok bermerek A yg ku sukai. Bokep Montok Ya benar, semenjak kami menyelesaikan kuliah, aku dan dia harus terpisah oleh jarak. Entah itu fantasi apa, jujur aku bingung. “bentar, mau ambil celana dulu.. Ibu dan adik perempuan ku sudah memanggil manggil nama kekasih ku untuk sarapan bersama. dia bilang iya..” sambung kekasihku.. Lalu aku ikuti kekasih ku dari belakang, ia memberikan kode untuk mengecilkan suara langkah ku, dan mematikan rokok ku. Sorry, klo style bahasanya norak dan kaku.,,,,,,,,,,,, kali ini ia kembali ke kamar dengan teburu buru membuka pintu dan membawa secangkir teh hangat, satu mangkuk mie kuah beserta beberapa lembar roti yg sudah ia olesi coklat dan semuanya berhasil membagunkan aku.




















