Kasihan si Angga, namun Tina memang nikmat. Bokepindo Tina menginjak rem secara mendadak, mesin mobil mati. Kemudian terlintas dlam benakku unutk menyervis mobilku dan daripada aku nganggur dikantor gak ada kerjaan berangkatlah aku sendiri kebangkel langgananku. “Ooohh.., teeruus sayangg.., kamu hebaat sekalii.., aahh teeruuss Angga..” desah Tina
Kutarik kepalaku, “Siapa Angga?” tanyaku
Namun rupanya pemanasan yang kulakukan sudah membuat Tina sangat terangsang, terlebih saat kuciumi belakang telinganya, Tina meronta, merintih, menggelinjang sambil tangannya membuka paksa kemeja dan celanaku. K0ntolku-pun amblas kedalam memeknya,“Bleeeeeeeesssssss…ampuunn nikmatnya” kurasakan memek Tina sudah sedemikian basahnya hingga tak sulit untuk k0ntolku keluar masuk secara berirama. Tak tau kenapa hari itu aku sangat ingin menyervis mobilku sendiri, yang biasanya aku menyuruh satpam kantor atau gak OB dikantorku.




















