Kemudian ia baringkan tubuhku di atas bangku panjang itu. Aku mulai agak semangat lagi setelah meminum segelas kopi . Bokep Saking larutnya dalam pekerjaan aku sampai tidak lagi memikirkan cerita-cerita seram di kantor. Mata satpam itu nanar menatapi dua gunung kembaruku, kedua telapak tangannya bergerak meremasnya dengan lembut hingga membuat putingku mencuat menusuk lembut telapak tangannya. Aku ingin berlari secepat mungkin ke arah pintu, namun kedua kakiku sudah terkulai lemas, rasanya tak sanggup lagi. Aku pun menjerit sampai akhirnya kusadari air mataku meleleh karena rasa nyeri yang kuterima, gila juga nih satpam suka main yang aneh-aneh gini ternyata. Aku semakin horny, entah kenapa secara naluriah, aku menganggukkan kepalaku tanda setuju dengan permintaannya. Anakku lahir delapan bulan kemudian, seorang anak perempuan yang kulitnya agak gelap namun wajahnya mirip banyak denganku.




















