Dia adalah Nyonya Hana. Tapi anehnya, aku menikmatinya. Bokep China Aku kemudian diberinya pakaian yang pantas dan dipaksa untuk masuk ke mobil. Dia lalu mengangkat kedua kakiku ke atas dan kemudian ditekan dalam keadaan mengangkang ke arah dada. Di situ terdapat sebuah kandang anjing yang kosong. Punggungku kembali terasa sakit karena luka cambukan semalam belum sembuh. Nyonya Hana terus mencambukku sampai sekitar 200 cambukan. Dia lalu mengikat kedua tanganku pada tali itu. Akhirnya, mereka berlalu juga.Kejadian seperti itu berulang terus sepanjang aku menempuh perjalananku. Kedua tanganku terikat ke atas dan kakiku pun sedikit terangkat ke atas, sehingga aku hanya dapat bertumpu pada ujung jari-jari kaki.Nyonya Hana lalu mengambil cambuk dan mencambuk tubuhku sekitar 30 cambukan keras. Pada tetesan yang entah ke berapa puluh kalinya, Nyonya Hana kemudian mengarahkan lilinnya ke anusku.




















