Entah licin karena Mbak Aufa mulai horny, atau karena ludah bekas jilatanku.. Bokep Indo Live gitu.. Aku sempat mencuri pandang ke seluruh tubuhnya.Kuakui, walapun punya anak dua, tubuh Mbak Aufa betul-betul terpelihara. Maklum, lama sekali tidak jumpa.Hari Jumat minggu berikutnya aku ditelepon Mas Aris untuk memastikan bahwa aku jadi menginap di rumahnya. Rupanya Mbak Aufa sedang baca novel sambil tiduran. HH… hangat rasanya.. dong… Ndrew.. Jrruuoott… jrroott… srroott..“Mbaakk.. sempit.. mm.. Akhirnya sampai juga kami di Bekasi, dan aku bersyukur karena siksaanku berakhir. Pengen nonton film. Akupun segera menyetel VCD dan berbaring di karpet, sementara Mbak Aufa asyik dengan novelnya.Entah karena lelah atau sejuknya ruangan, atau karena apa akupun tertidur.




















