“Wadaw teteh, kirain siapa!” Kata Farel, terlihat dia sangat kaget. Bokeb Hahahahahaaa.” Farel tertawa terbahak-bahak.Aku gak memperdulikan ucapan Farel soal pakaianku, yang ku fikir hanya bagaimana bisa dekat dengan Budi. Dengan tanpa basa-basi aku mendekatinya lalu tersenyum.“Hey, Budi ya? Dan tiba-tiba tubuhnya mengejang didalam dekapanku.Ternyata dia orgasme lagi. Hahaha, dasar cowok, pandangan mata nya hanya bisa melihat lurus kedepan. Dan pancinganku gak sia-sia. “Ya pingin aja atuh, namanya juga penasaran.” Jawabku. Disana kulihat sebaris nomber hp. Aku duduk diatas meja dapur, dia berdiri didepanku. Lalu aku duduk disalah 1 bangku yang memang disediakan di atas untuk nongkrong anak-anak.Farel melanjutkan menjemur pakaiannya. Dengan keadaan kamar mandi gelap, dia sepertinya kewalahan, susah mencari mana lubang yang benar. Katanya dah ada dirumah ini.” Jawaban Farel membuat aku kaget dan senang.




















