Semakin basah. Aku menengadah. Bokep Ojol Lalu telapak tangannya menekan bagian belakang kepalaku sehingga aku menunduk kembali. Bagian mana yang akan kau cium?”“Betis yang indah itu!”“Hanya sebuah ciuman?”“Seribu kali pun aku bersedia.”Mbak Tia tersenyum manis dikulum. Aku menghunjamkan hidungku lebih dalam lagi. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Kadang-kadang lututnya agak sedikit terbuka sehingga aku berusaha untuk mengintip ujung pahanya. Tak lama kemudian, jari tangannya menengadahkan daguku. Aku tak berdaya. Mbak Tia masih tersenyum. Kaki itu sekarang diangkat dan tertekuk di kursinya. Betis yang indah dan bersih. Dan tak sengaja, kembali mataku terpesona melihat bagian dalam kanannya.




















