Dia memberiku nomer telpon kantor. Bokepindo “Too.. Kami berciuman lagi sebagai rasa terima kasih. Aku disuruh menungging, sementara dia menjilati anusku. “Sabar yach sayaang.. akh.. Kami berciuman lagi sebagai rasa terima kasih. Tetapi sekitar bulan September, kami bertemu di kantornya dan aku sengaja menghindarinya, lalu aku telpon dia. mmh.. Sepanjang jalan dia melirikku tanpa bisa berbuat apa-apa karena takut ketahuan sama sopir taksi. “Kamu mau berenang?” tanyanya. yeaahh.. Dia tersenyum bahagia, aku pun demikian. Aku tunggu loh. “Aku kan lagi sibuk, banyak kerjaan.” katanya.Entahlah, aku belum bisa percaya omongannya, sejak itu kami tidak pernah berjumpa lagi. “Sabar yach sayaang.. Tangan kirinya terus mengelus paha bawahku, sedangkan tangan kananya menghisap rokok Malboro.Hari mulai senja dan akhirnya kami naik Patas jurusan Senen.




















