Aku mengambil nasi dan lauk paukku.“Makan, Tante,” ujarku dengan sopan.“Iya,” jawabnya dengan singkat sebelum is kembali menyantap makanannya.Aku menyantap makananku dengan lahap. Ia pun akhirnya turut mengelus bagianku yang sakit itu.“Lukas, kamu gak hati-hati sih,” ujarnya dengan nada yang khawatir.Perlahan aku sudah mulai bisa menahan nyeriku. Bokep Jepang Seperti biasa, masakan dari tanteku gak pernah mengecewakan. Tanteku sudah menyiapkan semua makanannya dan ia juga sudah makan duluan dariku. Kemudian, aku turun ke lantai bawah untuk sarapan. Sepiring nasi dengan ikan saus padang dan juga sambal rica-rica.“Lukas, maafin Tante ya soal yang tadi,” ucapnya di tengah makan kami.“Gak apa kok, Tan. Rasa malu semakin timbul dalam diriku. Lupakan aja,” kataku dengan cuek.“Tapi jujur aja, punya kamu gede juga loh, hihihi…”Aku hanya geleng-geleng kepala mendengar penuturan tanteku ini.




















