Malam ini akan jadi malam yang panjang buatku.“Mau gak?” dia bertanya sekali lagi.“Iya…hhhh…” jawabku. Bokep Tante Jangankan dihembus di telinga atau digigit di belakang leher, dicium saja aku langsung meleleh.Melihatku merosot, tangan satunya meraih pinggangku untuk menjaga agar badanku tidak jatuh sementara tangan kanan yang tadi meraih daguku kini turun meremas dadaku. Sekarang kamu ada di sini, aku bingung harus gimana.”Mendengar ucapanku dia tersenyum geli, “Pantesan kamu gak pernah mau ngasih nomor HP.”“Ya menurut lho aja! “Sini.. Bahkan 30 detik setelah aku duduk pun kami masih terdiam masing-masing. Kamu ceria, polos, jujur, gak munafik.”“Yaa.. Aku cukup sering ke sini makanya dia mengenalku.“Lemon tea satu,” jawabku tak menoleh. “Karena kamu percaya aku.. Lagi-lagi tubuhku mengkhianatiku.,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,




















