ularnya bangun nih yank, kok ngegemis banget sih yank kontol kamu.. “Mbak Dilla mana sayang..?” tanyaku kepada anak itu, tapi anak itu hanya berlari sambil cengengesan ke dalam sambil teriak-teriak memanggil mbak nya, tak lama kemudian dari dalam keluarlah seorang Wanita cantik yang berjalan dengan sedikit angkuh, memiliki porsi tubuh yang tidak terlalu kurus namun cukup berbentuk dan payudara yang tidak terlalu besar pula sangat pas dengan genggaman tanganku, kulitnya putih dengan bibir yang kemerahan, matanya menatapku cukup tajam seakan dibalik tatapan itu tersembunyi sebuah kecurigaan terhadapku, tatapan yang sebenarnya malas untuk kulihat.“darimana sih kamu ? Jav Sub Indo masih lesbi apa nggak yah?” gumamku dalam hati..“Woy.. ingin rasanya mengakhiri hubungan ini tapi apakah Dilla bisa menerima semua itu? teruss…. Berapaan?” aku menanyakan baju kemejanya yang sebenarnya adalah kemejaku yang pernah tertinggal di rumahnya.




















