Sebelum dia turun kutanya: “Ermita, apakah tujuh setengah juta cukup untuk membayar uang sekolahmu yang belum dibayar?” Aku mengeluarkan uang itu dari balik kemeja dan memberikan kepadanya. Bokep Jilbab/Hijab Itupun pelacur jalanan yang mangkal di traffic light dengan risiko ditangkap polisi dan terjangkit penyakit kotor kalau bukan AIDS. Kubuka pintu mobil dan dia naik, lalu mobil kuteruskan masuk ke garasi.“Bungkusan apa, Ermita?”“Nasi bungkus Om.”“Nraktir ya?”“Iya.”“Ayo kita makan.” Dari garasi kami masuk ke dapur. Birahi kami agak mongendor karenanya. Atau ini bisa menjadi berita suratkabar, bukan tidak mungkin aku diberhentikan perusahaan karenanya.“Terserah kamu mau menyebut apa saja. Untuk satu kali saja?”“Mengapa tidak? Kututupi tubuhnya dengan selimut tipis dan akupun bangkit dari ranjang melangkah ke luar kamar.Aku masih memasukkan piring ke mesin cucipiring sewaktu telpon berdering.“Om ini Andi”“Ada apa Andi?”“Om aku tabrakan.




















