Saat saya berbalik, saya lihat penis Pak Bambang itu. Bokeb Tangannya kembali merabai punggung saya. Dan ini mendapat perhatian besar Pak Bambang. Jari tangannya turun naik di antara anus dan memek. Tubuh saya melemas, tulang-tulang ini terasa terlepas. Orgasme yang kedua ini benar-benar terasa memabukkan. Memang tidak setiap malam. CD saya pun merosot. Sambil minum ia banyak bercerita. Suatu malam sepulang makan malam di salah satu resto favorit kami, entah mengapa, mobil yang disopiri suami saya menabrak sebuah sepeda motor. Ketika pas di lubang anus, jarinya berhenti dengan sedikit menekan. Saya merasa berdosa padanya. Ia tidak bercerita mengapa pisah dengan istrinya. Paling tidak tujuh kali pemijatan, katanya. Sore hari saya datang. Masak menabrak motor saya. Kami masih sering melakukannya. Datang hanya untuk bercerita.




















