Sebulan berlalu kami masih tampak biasa saja walaupun sebenarnya otakku ini sdh keiisi dgn sosok Herman.Semakin bertambah bulan akhirnya kami semakin akrab saja, dgn segala alasan aku mengajak Herman untuk bertemu. Vidio Bokep Pertama aku berusaha menolaknya, tp Herman terus saja menciumiku. Malam itu aku menghubungi Herman.“Kamu dimana Her???”“Dirumah, ada apa Lin??” jawab Herman“Aku lagi di cafe dekat rumah kamu nih, aku maen kerumah kamu boleh ya??”“Iya ngga papa maen aja, aku juga gak ada acara kok” jawab Herman10 menit kemudian aku sdh nyampai dirumah Herman, ternyata dia sdh menunggu didepan rumah. Setelah kegiatan perkuliahan dimulai kami saling berkenalan antara satu dgn yg lainnya, dari itulah aku mengetahui bahwa namanya Herman.




















