“Chie…” erangku tertahan, mataku terpejam. Bokep Air mata mulai membasahi dadaku yang terbuka. “Ray…”
“Ya?”
“Kukira aku sudah tidak perawan lagi…”Surabaya, Keesokan HarinyaKucengkeram kerah baju Jay dalam genggamanku, dan mengangkat kepalanya mendekatiku,
“Maksudmu apa?” desisku berang. “Aku… aku kangen Papa,” suara gadis itu terdengar gemetar. Selalu seperti ini.Rumah Chie terlihat sedikit gelap. Tertawa kecil. Dan untuk itu Jay bersedia berkorban, karena hanya dialah yang terdekat dengan Chie, selain aku. Namun kata-kata “bule” itu menambah emosi yang memang sudah terpancing sebelumnya. Jadi mereka mulai menyusun rencana. Gadis yang satu ini sangat unik. Sesaat setelah percintaan itu, aku mulai bisa menebak berkas-berkas fakta yang sebelumnya terasa begitu gamang. Bukan gadis yang berhak masuk dalam katalogku. Jay berpaling, menatap pandanganku. “Chie…” desahku, mengusap ubun-ubun kepalanya. “Ach,” erangku. Itu menyakitkan.Jay menunggu di ruang tamu. “Tentu, seandainya Enni sudah menikah




















